Haul KHR Asnawi Ke-68 dan Haul Masyayikh Qudsiyyah: Meneladani Arsitek Peradaban Kita

Waktu begitu cepat melintas. Tak terasa, hajatan besar tahunan yang digelar kolosal kini telah tiba di depan mata dan terlaksana nyaris sempurna ; Haul KHR Asnawi dan Haul Masyayikh Qudsiyyah.

Suasana 68 Khataman Sejagat dalam rangka Haul Ke-68 KHR. Asnawi (Officialmenarakudus)

Dengan penuh khidmat dan mengucap syukur yang tak terhingga, kami keluarga besar alumni Qudsiyyah sebagai bagian dari pelaksana acara tersebut turut berbahagia. Rangkaian kegiatan mulia ini berjalan sukses. Kegiatan ini adalah hasil sinergi yang hangat antaraYayasan Masjid, Madrasah, dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), Yayasan Asnawiyyah(YASNA), Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah (YAPIQ), dan Nahdlatul Ulama (NU) Kudus mulai tanggal 11-16 Desember 2025.

Panitia bahu membahu bekerja sama menyajikan hidangan berupa Ingkung untuk para hadirin. (Officialmenarakudus)

Kolaborasi ini sendiri adalah cerminan nyata dari semangat kebersamaan yang diajarkan oleh para pendiri kita. Kegiatan ini sudah berjalan beberapa tahun lalu hingga saat ini. Dan ketiga unsur tadi selalu sepakat untuk melakukan kolaborasi.

Tahun 2025 yang bertepatan dengan tahun 1447 ini, kita mengusung tema yang sangat dalam: “Suluh Peradaban: Mulat Ngelmu lan Laku”. Tema ini bukan sekadar rangkaian kata puitis, melainkan sebuah peta jalan warisan intelektual dan spiritual dari para guru kita. “Suluh” atau obor adalah metafora yang tepat. Di tengah gegap gempita era modernisasi teknologi yang sering kali membutakan dan mendatangkan kebingungan nilai, kita justru memerlukan obor penuntun. Obor itu adalah warisan para masyayikh kita.

KHR. Asnawi bukan hanya sekedar pengajar, mereka adalah Arsitek Peradaban. Di tangan mereka, ilmu (“ngelmu”) bukan komoditas untuk disombongkan, melainkan cahaya yang harus “dimulat”—diteliti, direnungi, dan diinternalisasi secara mendalam hingga menyala dalam hati. Dari sinilah kemudian lahir “laku”, yaitu tindakan nyata, akhlak, dan pengabdian yang membumi. Inilah integritas sejati: ilmu yang menyala dalam pikiran, membara di hati, dan bersinar dalam perilaku.

Di sinilah letak relevansi ajaran mereka yang tak ternilai bagi kita, generasi penerus, di abad ke-21. Kita hidup di zaman informasi melimpah, di mana akses ke “ngelmu” terasa instan hanya dengan sekali klik. Namun, sering kali yang kita dapatkan hanyalah data, bukan hikmah; informasi, bukan karakter. Teknologi bisa menjadi alat yang dahsyat, tetapi tanpa “suluh” dari para guru kita, ia bisa menyesatkan. Kita bisa menjadi pintar secara teknis, tetapi kehilangan kebijaksanaan dan rasa kemanusiaan.

Oleh karena itu, Haul ini bukan sekadar ritual mengenang. Ini adalah laboratorium refleksikolektif. Kita berkumpul untuk mengingatkan diri sendiri: Apakah ilmu yang kita kuasai hari ini telah melalui proses “mulat” yang mendalam? Apakah “laku” kita di dunia digital, di kantor, di masyarakat, telah mencerminkan akhlak dan keteladanan KHR. Asnawi yang teguh pendirian namun penuh kasih? Apakah kita menggunakan kemajuan teknologi untuk melanjutkan misi pencerahan mereka, atau justru terhanyut dalam arusnya? Semoga kita dapat memadukannya untuk ilmu dan menjaga martabat umat manusia sepanjang masa.

KH. Ahmad Abdul Basith memimpin do’a dalam acara 68 Khataman Sejagat Haul ke-68 KHR. Asnawi (Officialmenarakudus)

Kerja sama YM3SK, YASNA, YAPIQ dan NU Kudus dalam hajatan ini adalah bentuk “laku” kongkrit itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa menjaga warisan peradaban adalah tanggungjawab kita bersama, lintas generasi dan lintas lembaga. Warisan itu adalah modal sosial dan spiritual terbesar yang kita miliki untuk menjawab tantangan zaman.

Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKAQ) sendiri kebagian satu kegiatan besar, yakni “Khataman Sejagat”. Khataman Al-Quran bin-nadhar yang dilaksanakan di area makam KHR Asnawi ini digelar Senin, 15 September 2025 dan melibatkan alumni baik yang di dalam maupun di luar negeri. Lebih dari 700 orang hadir khusyuk mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 68 kali. Ditambah dengan satu kali khataman Al-Quran oleh alumni di luar negeri yang bergabung melalui saluran zoom. Alumni luar negeri tersebut berasal dari berbagai negara, terdiri Mesir, Yaman, Maroco, Saudi Arabia, London, Singapura dan Malaysia.

Alumni Qudsiyyah dari berbagai daerah dan angkatan membaur dalam acara 68 Khataman Sejagat Haul Ke-68 KHR. Asnawi (Officialmenarakudus)

Bagi keluarga besar Qudsiyyah, momentum ini sangat sangat Istimewa dan dapat dijadikan sebagai titik tolak. Biarkan obor (suluh) yang dinyalakan para masyayikh ini terus kita kibarkan tinggi. Jadikan keteladanan hidup mereka sebagai filter dan kompas dalam menyikapi modernisasi. Kita harus mewarisi semangat, bukan hanya bentuk; kita harus meneruskan nilai-nilai perjuangan mereka dengan bahasa dan medium zaman sekarang.

Semoga seluruh rangkaian acara Haul ini membawa keberkahan. Mari kita resapi setiap sesi yang digelar selama seminggu ini dengan hati terbuka, pikiran yang kritis, dan tekad untuk menginternalisasi “ngelmu” serta memperbaiki “laku” kita.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras. Khususnya, kepada seluruh panitia, guru dan pengasuh Qudsiyyah, donatur baik dari internal Qudsiyyah maupun dari luar Qudsiyyah baik yang telah berpartisipasi demi suksesnya acara tersebut. KHR Asnawi dan para masyayikh Qudsiyyah yang telah berpulang, terasa masih membersamai kita meskipun jasadnya telah berpisah dengan kita. Jasa-jasanya tak akan pernah terlupakan. Ilmunya selalu membersamai kita, menerangi kita, karena mereka adalah suluh sejati yang terus membimbing dan menuntun jalan untuk kita selamanya.

Bagikan Postingan Ini

Related Posts

Menyemai Kultur Jaringan Alumni menuju Qudsiyyah
Berkembang dan Bercabang di Segala Bidang

© 2026 IKAQ