Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKA Qudsiyyah) menggelar acara ngaji bareng pada malam Jumat, 18 April 2024 di Pendopo Gusjigang Qudsiyyah Kudus. Bersama dua tokoh kharismatik masyayikh Qudsiyyah, Yai Noor Khalim Ma’ruf dan Yai Ahmad Asnawi dari Kudus.
Ngaji bareng itu dirangkai dengan Halal Bihalal keluarga besar Ikatan Alumni Qudsiyyah dan pelantikan pengurus baru IKA Qudsiyyah periode 2024-2029. Hadir pada kesempatan tersebut alumni Qudsiyyah putra dan putri dari berbagai daerah dan berbagai angkatan kelulusan. Tidak kurang dari 700 alumni hadir memenuhi pendopo dan plataran Gusjigang malam itu. Tak ketinggalan para ustadz dan ustadzah yang menjadi tenaga pengajar di Qudsiyyah.
Yai Khalim menyampaikan pesan mendalam kepada para alumni agar memegang teguh ajaran masyayikh Qudsiyyah. Terutama bagaimana hormat kepada para cucu Baginda Nabi Muhammad SAW yang saat ini tengah jadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. “Santri-santri Qudsiyyah jangan sampai terpengaruh dengan pikiran dan omongan orang-orang yang ingin menyesatkan kita. Tuduhan ada dzurriyah palsu dan mengaku-ngaku keturunan Nabi hingga menantang untuk tes DNA adalah pikiran wahabi yang ingin merusak kita,” tandas Yai Khalim dengan suara lantang.
Pandangan Yai Khalim bahwa barangkali memang ada yang mengaku-ngaku dzurriyah tapi hanya segelintir orang hal itu jangan kemudian dipukul rata. Sehingga saat ini menjadi liar bahkan menuduh-nuduh pihak yang selama ini sudah jelas-jelas nasabnya malah diusik.
Sementara Yai Mad Asnawi mengingatkan agar alumni tidak lemah dalam berdakwah. Mengajak kebaikan, terutama menegakkan syariat Islam di tengah-tengah masyarakat perlu teladan dan contoh nyata. Seperti ibadah salat berjamaah. “Ajaran Nabi untuk mengajak masyarakat salat berjamaah harus tegak. Jangan sampai lemah bahkan berkurang. Tidak ada rumah yang dilalui Nabi menuju masjid yang tidak diajak Nabi untuk salat berjamaah di Masjid,” tandas Yai Mad Asnawi.
Pesan lainnya disampaikan Prof Ihan. Ia mengingatkan Kembali tentang pesan almarhum Yai Najib Hassan akan pentingnya database alumni. “Pesan mendalam yang selalu ditekankan almarhum Yai Najib Hassan tentang database alumni harus benar-benar diperhatikan oleh kepengurusan baru IKAQ,” tutur Prof Ihsan, selalu Ketua 1 Yapiq, saat memberikan sambutan pasca melantik pengurus baru IKAQ yang baru. Ada berapa jumlah alumni Qudsiyyah, profesinya apa saja, di mana mereka tinggal saat ini, dan seterusnya, sering kali tak bisa dijawab oleh Prof Ihsan saat ia masih menjabat sebagai Ketua IKAQ periode sebelumnya.
Sementara Ketua Umum IKAQ, Noor Aflah dalam sambutannya usai dilantik mengajak seluruh alumni untuk mengembangkan IKAQ. Potensi alumni yang heterogen adalah potensi besar yang bisa dikapitalisasi menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Keilmuan keagamaan dan ilmu umum yang ada dalam diri alumni adalah potensi besar yang bisa dikembangkan. Oleh karena itu IKA Qudsiyyah periode ini merumuskan visi “Menjadi Wadah Sinergi Potensi Alumni untuk Pengembangan Keilmuan dan Perekonomian,” kata Aflah. Dengan harapan agar ke depan keilmuan di lingkungan alumni Qudsiyyah terus berkembang dan mampu menghadapi tantangan, serta membangun kemandirian umat melalui pendirian koperasi dan unit-unit usaha.
Selamat bekerja bagi pengurus baru IKA Qudsiyyah periode 2024-2029. Semoga dimudahkan Allah dalam setiap langkah yang dijalaninya. Amiin.

